12 Februari 2012

Disana Ijazah Bukan Segala-galanya



Sebuah surat balasan yang ditulis sendiri oleh KH Hasan Abdullah Sahal


Tanggapan Surat Dari Wali Santri Tentang Alumni 2005 Yang Mengambil Ijazah

KH Hasan Abdullah Sahal

  1. Tindakan mereka merusak harga dirinya sendiri dan juga periodenya.
  2. Kalau mereka tidak mau merubah diri sendiri maka mereka tidak akan berubah, Gontoh bukan seperti tukang sihir yang bisa merubah sesuatu dengan kata – kata.
  3. Pondok bukan hanya Pondok Kehidupan akan tetapi Pondok adalah Pendidik Kehidupan.
  4. Pondok bukan kader MPR, DPR, NU, Muhammadiyyah, Majlis Mujahiddin, walaupun alumninya banyak yang berkiprah didalamnya.
  5. Disiplin dan Kejujuran di Pondok Modern Darussalam Gontor adalah suatu hal yang sakral, maka jangan mengatakan ”Cuma” bila melakukan pelanggaran, kita ungkapkan dengan kejujuran.
  6. Jangan terkejut kalau habis pengabdian tidak mendapat ijazah.
  7. Prinsip kita pondok ini bukan Pondok Ijazah, maka bisa memperoleh dan bisa tidak.
  8. Maka anak – anak alumni jangan ada yang berfikiran hak mendapatkan ijazah setelah selesai pengabdian, itu semua tergantung dari Kyai dapat atau tidak. Intinya adalah restu dari Kyai.
  9. Ijazah adalah pemberian bagi yang diberikan bukan hak bagi alumni setelah selesai pengabdian, karena masih banyak faktor yang akan diperhatikan.
  10. Nilai bukan Operasional, maka ada pertanyaan mengapa anak yang disekors tidak mendapatkan ijzah?
  11. Maka dengan adanya itu perlu anak – anak kita monitor dari Pondok, Pondok mengatur kehidupan saantrinya sampai kepada aluminya. Terwujud dengan adanya IKPM yang diberi wibawa membawahi alumni dengan tujuan untuk menjadi pengontrol alumni yang berada diluar.
  12. Predikat marhalah, keberadaan seseorang jangan sampai nergatif. Atau jangan menciptakan sikap – sikap negatif karena tak ada keberanian untuk mengingatkan.
  13. Sakralisasi terhadap Pondok itu perlu untuk mengingatkan kembali alumni yang telah berada diluar. Mereka datang kesini harus masih memiliki ruh dan jiwa pesantren, jangan bangga dengan perubahan yang telah ada diluar dan dia mengikutinya.
  14. Kontrol batiniyah alumni adalah Allah SWT tapi sipa yang menjadi kontrol lahiriyahnya? Maka banyak perubahan yang terjadi karena dulu memang pelaksanaan kontrol hanya karena terpaksa, bangga dengan kebebasan yang ada diluar. Akhirnya ”Orang Kafir Saja Lebih Baik Dari Pada Kamu”
  1. Syarat Pengambilan Ijazah di Pondok Modern Darussalam Gontor
Ø  Kedudukan ijazah bukan tujuan, ijazah Gontor banyak memilik arti bukan hanya bentuk kertas yang diberikan. Akan tetapi adalah:
·         Restu dari Bapak Pimpinan Pondok (Kyai) bahwa dia diberikan ijazah, bukan hak dia setelah pengabdian.
·         Pengakuan masyarakat akan keberadannya dimasyarakat baik atau buruk.
·         Barang tentu adalah raport dia dalam ujian di KMI dan masa pengabdian.
Ø  Berpakaian rapi sesuai dengan alam pendidikan Gontor.
Ø  Berambut pendek dan rapi.
Ø  Mengadap untuk silaturrahim dengan Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.
  1. Apa yang harus kita lakukan untuk yang santri diusir dan memang dia tidak berhak untuk mendapatkan surat keterangan? Karena masih sulit untuk menjelaskan itu kepada wali santri dengan segudang alasannya.
  2. Jangan mudah – mudah menerima harapan dan jangan mudah – mudah mebari harapan. Atau dalam konteks anak sekarang adalah jangan mudah – mudah memberikan cinta dan mudah – mudah menerima cinta. Resikonya berat!



0 komentar:

Posting Komentar