24 Januari 2012

Dewa Mabok


   
                  Kick Andy kembali menghadirkan sosok yang sangat menginspirasi luar biasa  “Dewa sekali” kreatif menembus batas, kekuatan sebuah keinginan, niat yang tulus untuk membantu dan diamini oleh Sang Kuasa, sungguh luar biasa.
                Namanya Deradjat Ginandjar Koesmayadi, dia memulai keedanan nya dengan Pil Koplo, ganja, putaw, NAPZA dan BK (obat untuk anjing gila) “mungkin dia bosen dengan obat-obatan yang biasanya dipake untuk manusia tapi apapun itu” hingga ia divonis mengidap HIV positif .  Tapi bukan ini yang ingin saya bahas, ada sebuah kutipan menarik.
“Keajaiban yang dialaminya, berkali-kali selamat dari Over Dosis (OD), membuatnya mulai berpikir untuk berhenti mengonsumsi narkoba”


Tidak peduli seburuk apapun yang telah dikerjakan oleh seorang manusia, selama ada niatan tulus untuk berubah jadi lebih baik itu tidak jadi masalah ,Tuhan Sungguh Maha Mendengar. Karena ketidaktahuannya bahwa HIV hanya dapat menular melalui seks bebas. Cahaya hidayah datang ketika doa bertemu dengan niatan tulus untuk melakukan hal yang manfaat bagi sesama.  Ginan dan empat orang temannya mendirikan rumah cemara. Cee—ma—raa yang mempunyai filosofis keteduhan. Pohon yang buat orang tambah sejuk, nah itulah yang dibuatnya yang sewaktu SMA nya aja udah “rusak”ini, “Asa-asa  hirup teh  masa hoyong kieu wae gitu, pokokna mah kudu berubah” setelah dirasa hidup ini tuh masa mau gini-gini aja gitu katanya. Rumah cemara yang menjadi tempat “silaturrahim” tempat orang-orang yang pernah mengidap narkoba itu ga pernah patah semangat untuk terus merangkak maju, mereka sadar bahwa hidup ini bukan untuk DIRATAPI tapi DISYUKURI.

 Mereka jengah dengan orang yang mendsikriminatifkan orang-orang yang positif HIV, seakan udah tidak ada tempat lagi bagi tipe orang kayak mereka. Main bola akhirnya mereka pilih sebagai cara untuk buka mata orang-orang lain tentang mereka. Sedikit demi sedikit berbagai komunitas, warga bahkan tim yang udah jago mereka tantangin main bola dan hasilnya luarr biasaa. Banyak piala dan kejuaraan mereka menangkan, yang kalo dipikir gimana caranya system imun yang ada di tubuh masih aja kuat ngedukung tubuhnya untuk tetap digenjot olahraga berat kayak sepakbola, tapi boro-boro mereka mikirin gitunya mungkin ya, yang ada itu cuma gimana caranya niat aink maen bola untuk sosialisasi ini bisa manfaat buat banyak orang, hingga akhirnya tim rumah cemara terpilih jadi Homeless World Cup 2011 di Paris yaitu ajang sepak bola jalanan yang diikutin oleh komunitas tunawisma. Hasilnya? Mereka adalah satu-satunya wakil dari Asia yang masuk ke perempat final, hanya tiga kali kalah, menjadi tim pendatang dan (Ginan) pemain terbaik dunia di kompetisi itu. Mereka mengharumkan nama bangsa dengan passion mereka sendiri, dengan dunia yang mereka kenal, dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat. Saya merinding sekaligus malu sama mereka yang telah berbuat “sesuatu” untuk bangsa ini. Mungkin ada dari kita yang dilahirikan dengan serba kecukupan dan kesempatan untuk ngeyam yang namanya pendidikan, lepas daripada itu rumah pun ada, ortu masih support, apa lagi coba nikmat yang dah diberi kepada kita? Harusnya kita tidak menemukan lagi kata “NGANGGUR” untuk setiap anggota badan kita, pasti ada kerjaan yang bermanfaat dan tubuh kita mediatornya, Tuhan udah ngijinin mangga dipake. Dari sekarang yuk kita tentuin mau bermanfaat di ranah mana, itu cerita mereka, kalo kita???


“Wa an laisa lil insan illa maa’ sa’a wa anna sa’yahu saufa yurooo” sungguh yang akan diperlihatkan pada kita adalah USAHA KITA” Al-Ayat

0 komentar:

Posting Komentar