9 Oktober 2012

Perbandingan





Mungkin Sang Pencipta dulu memikirkan kata ini sebelum menciptakan manusia. Ketika sang penghuni langit seluruhnya stagnan, flat dan tidak ada deviasi pemberontakan yang terlalu kepada-Nya. Malaikat nanya-nanya kenapa masih nyiptain makhluk yang nantinya akan berpotensi membuat kerusakan, saling membunuh satu sama lain, menumpahkan darah dan berbagai spekulasi dari sisi seorang makhluk yang kuota hidupnya memang hanya untuk bertasbih memuji kepada-Nya. Atau sang iblis yang sombong dan mengklaim dirinya yang terhebat dari makhluk yang akan diciptakan ini. Singgasana langit sana bagai keadaan negeri utarakuro yang dinyatakan Soekarno dalam pidatonya, mungkin kira-kira begitu.

Tak ada yang istimewa selain anugerah yang diberikan Sang Pencipta kepada makhluk yang satu ini selain “peluang sebesar-besarnya untuk memilih” kesempatan untuk menentukan arah, sikap dan perilakunya. Dia tahu benar bahwa makhluk ini bisa lebih tinggi derajatnya dari malaikat yang tiap detik bertasbih beribadah pada-Nya atau bisa lebih bejat dan amat sangat rendah derajatnya dari hewan atau iblis sekalipun. 

Ini semua karena Dia mungkin memuliakan manusia di atas makhluk yang lain dengan perbandingan. Adanya nafsu yang menjadi sesuatu yang harus ditahan dan dikuasai sepenuhnya oleh hati, tidak seperti makhluk lain yang memang tidak diuji dengan “adanya rasa nafsu  tersebut”.

Perbandingan itu adalah proses pembelajaran, proses dimana kita semakin kecil melihat sesuatunya. Ketika kita semakin banyak tahu, semakin banyak mengenal keanekaragaman ras, suku, agama, bahasa dan seabreg budaya yang dikemas apik sebagai pengetahuan baru dan memaksa bibir kita membuat bulatan dan mengeluarkan kata oooo. 

Sejenak, mari kita ngaji lagi beberapa reason penciptaan yang menitik beratkan pada sebuah kalimat “Inna khalaqnakum …….  Litaaarofuuuu” agar kalian saling mengenal, agar kalian saling mengetahui, agar kalian saling berbagi satu sama lain, agar kalian bisa belajar banyak dari perbedaan dan perbandingan tersebut. Great, belajar dan ambil hikmah dari apa dan siapa saja. 

Maka yang masih mengklaim dirinya, golongannya, kelompoknya, gengnya paling benar, paling excellent, paling bagus dan paling-paling lainnya. Atau ajeg dalam urusan social bahwa apa yang dilakukan secara terus menerus tak lekang oleh waktu dan tak boleh ada intervensi apapun, yang biasa disebut sebagai masyarakat yang statis. Silahkan komparasikan sesuatu yang anda keukeuh dengannya dengan yang lain, sehingga otak anda lebih sehat dan lebih terbuka, jantung pun begitu. Coba tanya dokter. :)

Tidak habis satu postingan untuk ngomongin perbandingan sebenernya, tapi saya harap yang mbaca tulisan ini agak ngerti dikit-dikit akan pesan yang saya utarakan. Sekolah hanya tempat, kampus juga begitu, yang benar itu belajar, ya belajar dari manusia, hewan, tanaman dan semesta. Lalu kita berpikir, merenung, bahwa ilmu itu seperti air garam yang makin kita minum, kita pun makin haus.

Selamat mencari perbandingan dan semoga semakin sehat. :)
Read More - Perbandingan

8 Oktober 2012

Apa Arti Sebuah Mata





Selalu jika saya dan bapak lagi nonton bola bareng, kita ga pernah duduk bersebelahan. Bukan karena apa-apa, tapi karena bapak punya mata yang plus dan saya minus, jadi saya deket-deket TV dan bapak dari jauh, karena jika menonton dari jauh saya malah meyempitkan pupil mata. Wiseword “like father like son” ga sepenuhnya bekerja di situasi ini hehe.

Tapi ada sisi lain dalam filosofi penyakit mata ini. Bila kita memandang sesuatu lebih jelas dari jauh daripada kita lebih dekat berarti kita mengidap penyakit plus (+). Oke, plus yang dapat kita analogikan dalam kehidupan ini adalah bahwa kita lebih objektif menilai sesuatu bila kita tidak terlalu dekat dengan objek masalah dan sasaran objek.

Mari kita simak, ketika seorang aktivis dengan segala semangatnya membara, atau tokoh-tokoh pengamat  kebijakan mengkritisi habis-habisan alur langkah gerak pemerintahan dengan offensive dan tajam.  Lalu terdiam, setelah diberi pangkat dan jabatan.

Mari kita renungkan, ketika ada seseorang yang bukan siapa-siapa bukan orang yang sangat dekat dengan kita, dengan spontan menegur perilaku kita yang tidak baik. Mereka tidak tahu latar belakang kita, kebiasaan dan norma-norma dianggap khalayak sebagai sesuatu yang lumrah dan dimaklumi. Tapi kepolosan dan keobjektivitasan itu pun muncul dari seseorang yang jauh, ya seorang yang bukan orang yang kita kenal dekat, ketika itu sang penegur tersebut memakai kekurangannya dan menjadikannya objektif ya itu adalah mata plus yang objektif.

Jika pepatah kuman di seberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tak tampak masih diajarkan di SD-SD dengan semangat. Maka ketika mereka beranjak dewasa kelak, akan selalu legowo menerima omongan-omongan orang tentang dirinya baik kritik, pujian, cemoohan dengan rasa sadar betul bahwa kita manusia yang diciptakan dengan sempurna karena ketidaksempurnaannya.

Mari kita hargai kekurangan mata kita dan membiarkan mata orang lain membantu menutupi kekurangan mata kita, sebuah nilai kehidupan yang sangat realistis dan menolak untuk menutupi diri dari kenyataan. Karena hanya orang-orang yang tidak realistis yang meninginkan realitas hidup mengikuti suara hatinya sendiri. Itulah kenapa ada baik dan buruk juga plus minus. Mari ke dokter J



Read More - Apa Arti Sebuah Mata

22 Agustus 2012

Ideal Fitri




Masih selalu menggerayangi kuping kita pada waktu bulan Ramadhan adalah “Yaayyuhalladzina aamanu kutiba …dst” pasti udah hafal.

Namun, gejala-gejala selesai ramadhan dan masuknya bulan baru mulai tampak, ketika para polisi berjamaah bondong2 ngamanin jalan buat posko, yang mana poskonya lebih banyak dari jumlah restoran padang, arus mudik.

Mudik atau asal katanya udik atau pulang kampung ini mulai menjadi trend di Indonesia setelah zaman penjajahan, karena prespektifnya berubah dahulu pulang kampung itu malah tidak aman, sekarang? Justru ramai-ramai pulang basamo J

Akhirnya dalil yang ngetrend pun berubah :)

" MAN SARROHU AIYUBSATHO, 'ALAIHI RIZQUHU AW YUNSA, A  FII ASARIHI  FALYASIL ROHIMAHU "

Rosullulloh Bersabda:

" Barang siapa yang Rizqinya ingin di mudahkan oleh Alloh swt atau ingin usianya Berkah dan lama, maka hendaklah dia menghubungkan tali silaturrahmi "( Hadits Riwayat Imam Muslim )

Ok, jika kita belajar logika bumi ini bagaikan kalkulasi matematis silaturrahim = dimudahkan Allah + usianya panjang dan berkah. Mirip dengan a= b + c atau persamaan lainnya dalam matematika

Sekali lagi bahwa kita hanya membumikan logika langit tersebut itu sepanjang limit logika kita bermain, jika kita ga pake ilmu tasawuf atau aliran tarekat, rasio yang sederhana justru lebih mudah untuk dicerna, memahamkan dan menggerakan perilaku positif, that’s the point

Silaturrahim, menenun kembali rajutan hubungan kekerabatan dan kekeluargaan yang terasa kabur karena kesibukan individu masing-masing selama satu tahun kebelakang. Diikat dan diperkuat caranya? Saling berkomunikasi via dunia maya ataupun dunia asli asal jangan dunia lain J Wajar, karena manusia makhluk sosial.

Inti dari seluruhnya ngumpul dan berbagi, saling memberikan apa yang dipunya dan saling menerima apa adanya. Indahnya berbagi, sebelumnya ada kutipan cerita menarik dari salah satu rockstar saya pa muhaimin iqbal @geraidinar

Dalam cerita rakyat Yunani kuno dikisahkan suatu hari tiga orang prajurit singgah di perkampungan yang 
miskin akibat korban perang. Dalam kondisi letih dan lapar mereka sebenarnya berharap ada salah satu dari masyarakat desa tersebut yang bisa memberinya tumpangan untuk isitirahat dan sedikit makanan. Alih-alih mendapatkan pertolongan, yang ada masyarakt desa malah berkeluh kesah tentang problem mereka, kerusakan desa, gagal panennya dan kemiskinan yang melanda. Maka tiga prajurit yang gagah berani ini terpanggil untuk memberi solusi bagi desa yang kehilangan kepemimpinan tersebut

Dikumpulkannya masyarakat desa dengan woro-woro bahwa para prajurit yang datang ke desa itu akan mengajari masyarakat untuk membuat sop dari batu. Siapa yang tidak tertarik ?, kalau batu saja bisa jadi sop – pasti desa itu tidak lagi ada problem pangan – pikir mereka.

Setelah masyarakat ngumpul, mulailah para prajurit ini mangajak masyarakat untuk mengumpulkan kayu bakar dan membuat api unggun besar. Mereka juga minta disediakan kwali yang paling besar yang ada di desa itu agar semua kebagian sup batu yang akan mulai dimasak. Untuk batunya sendiri tidak perlu banyak, cukup tiga batu ukuran kecil.

Dengan penasaran masyarakat menyaksikan air yang mulai mendidih di kwali besar, mereka juga mengamati tiga prajurit yang membagi tiga batu kecil tersebut satu per satu diantara mereka bertiga.

Prajurit pertama mulai memasukkan batunya ke kwali sambil berkata “…nggak usah kawatir, ini akan menjadi sup yang enak…”.  Prajurit kedua mengikuti “…ini akan cukup untuk semua yang hadir disini…”. Prajurit ketiga-pun mengikutinya ambil berkata : “…akan tambah enak bila ada yang nambahi garam, kubis atau sejenisnya”.

Tiba-tiba diantara masyarakat yang hadir ada yang nyletuk : “ oh iya, di rumah saya ada garam…”, kemudian berlari dia mengambil garamnya. Yang lain ikutan : “…saya masih ada sedikit kubis di rumah…”, berlari pula dia mengambilnya. Yang lain tidak mau kalah, ada yang berlari mengambil wortel, lobak dan lain sebagainya.

Walhasil malam itu mereka berhasil memasak ‘sop batu’ dengan berbagai tambahannya yang lezat-lezat. Jumlahnya cukup banyak untuk berbagi ke seluruh yang hadir - Tentu saja tiga batu kecil yang dimasukan pertama ke kwali tidak perlu ikut dimakan !. Mereka makan kenyang malam itu dan tiga orang prajurit ini tidur kelelahan di tanah lapang desa itu.

Paginya mereka dibangunkan oleh suara ramai; rupanya masyarakat desa pagi itu kembali ke lapangan dengan membawa berbagai makanannya, ada roti, selai, keju dlsb.

Kepada tiga prajurit yang baru bangun tersebut, mereka menyampaikan : “ ….kami berterima kasih kepada Anda yang telah mengajari kami untuk berbagi, milik kami yang serba sedikit tidak cukup untuk kami sendiri…tetapi ternyata malah menjadi cukup ketika kita berbagi…”. Sejak peristiwa ‘sop batu’ tersebut masyarakat desa menjalani hidup dengan terus saling berbagi.

See? Berbagi adalah inti dari kehidupan, matahari berbagi sinarnya, bulan berbagi dengan memantulkan atau menyedekahkan apa yang dia dapat dari matahari. Bumi berbagi sinar tersebut tapi tidak secara spontan, diayak dulu oleh lapisan ozon sehingga baik bagi seluruh makhluk yang ada di bumi ini. Seluruhnya bersedekah, memberi dan berbagi.

Indonesia jika kita kaji khususnya pulau Jawa. Luas  areanya hanya sepertiga Jepang atau separuh dari Inggris ini, dihuni oleh penduduk yang jumlahnya lebih besar dari seluruh penduduk Jepang dan kurang lebih dua kali penduduk Inggris. Dari 242 negara yang ada di dunia, hanya ada 9 negara yang penduduknya melebihi pulau Jawa !. Hanya China, India, Amerika, Indonesia, Brazil, Pakistan, Nigeria, Bangladesh dan Russia yang penduduknya melebihi jumlah penduduk Jawa. Sebanyak 233 negara di dunia masing-masing penduduknya kurang dari penduduk pulau Jawa.

Di Indonesia sendiri, Jawa hanyalah daratan yang luasnya tidak lebih dari 6.5 % luas daratan Indonesia. Tetapi daratan yang kecil ini dihuni oleh sekitar 57 % dari penduduk Indonesia.

Ya disanalah kita hidup di Indonesia, saya khususnya di pulau Jawa. Mimpi akan berbagi yang hakiki seperti layaknya masyarakat di cerita tersebut. Kemisikinan dan tolak ukur kesejahteraan lainnya dapat dicapai dengan kebijakan dari para ksatria tersebut, Jika rakyat Indonesia sering ngumpul, sering berbagi dan punya semangat bangkit bersama, ini baru dinamakan ideal fitri, sekian, wslm


Read More - Ideal Fitri

13 Juli 2012

The Amazing Moslem


Hari itu kita mau nonton bareng salah satu film yang ditunggu-tunggu banget ama pencinta film adaptasi komik marvel yap “The Amazing Spiderman”

Film tentang manusia yang kegigit laba-laba super iseng ini bener-bener buat kita amat “excited” untuk ngumpul dan pergi bareng-bareng. Saya pun nebeng ama seorang temen yang bawa mobil bersama temen-temen lain.  Kita berangkat pukul 17.00 dari kampus menuju PVJ, mobil pun melaju

Kalo diitung dengan perkiraan laju kecepatan mobil waktu itu dengan kalkulasi probabilitas jelas kita akan ga sampai TKP tepat waktu. Dahsyatnya macet yang ga abis sepanjang mata memandang semakin membuat kita yang ada dalem mobil cemas, resah,  kita kayaknya ga sudi bener walau semenit pun buat nonton ini film, sedangkan filmnya mulai 18.10 an, mengisi waktu kepastian keterlambatan kita nonton, akhirnya kita obrolin hal-hal konyol sepanjang perjalanan tentang film ini … (spiderman gimana napasnya, spiderman kenapa ga kuliahnya ekonomi dll lah yang amat ga nyambung)

Akhirnya apa daya begitu mobil mendarat selesai, buru-buru keluar jalan cepet yang maksa lari lari nyari mushola, sepakat kalo kita ga dalem perjalanan, jadi ga ada ceritanya masa solat sambil duduk di kursi bioskop :D, tapi saya nemuin satu fenomena; yaitu “mushola di mall atau pusat perbelanjaan sangat sempit, tidak sebanding dengan jamaah yang mau solat” ditambah keran wudhu yang cuma satu buah juga shaf solat bagi laki-laki yang cma muat untuk satu shaf, ga keurusnya lantai musola sampai setengah dari musola becek…... Tapi saya ga terlalu peduli yang penting sekarang nonton dulu nonton nonton spiderman I am coming, sambil tangan ngebentuk lipetan jari spiderman kalo ngeluarin jarring …. Andai andai ….

Kitapun tergesa-gesa berjalan setengah lari, mirip orang kebelet ya gitulah mirip. “tangga mana tangga !!!” fiuh saya pun ngelirik jam, okey jam 18.30, wah ini peter parker kayaknya udah demam nih abis kena gigit, eh mungkin dia udah jadi kuat dll (berbagai bayangan tentang film dibuat sendiri buat memvisualisasikan diri yang telat sekitar 30 menit itu)

Kita pun masuk, pasang kacamata duduk manis dan nonton ….. (waktupun berjalan)

Hingga akhirnya kita liat ampe selesai tuh film dengan puas walau hanya 80-90 persentase nya, tapi ga papa, dan kegalauan atas apa yang terjadi hari ini  pun buat saya mikir tentang beberapa hal, yang patut direnungkan ………… .. pake hati

-     Lewat beberapa menit aja buat nonton kayaknya rasa kecewanya lebih gede daripada ngulur waktu solat di hari-hari biasa

-     Giliran ada kotak sedekah di tempat-tempat ibadah susah banget ngeluarin uang Rp 30.000 tapi buat film amazing spiderman ga usah lama mikirnya

-       Orang-orang yang dateng ke pusat perbelanjaan ini ribuan tapi mushola waktu maghrib masih aja kosong

-    Space buat solat di musola di situ amat kecil mungkin hanya muat 8-10 orang, tapi yang imam bacaannya lumayan lama, apa ga mikir yang nunggu mau solat banyak?

-       Luas mushola tidak lebih besar daripada luas outlet yang ada di sekitarnya bahkan mungkin jarang luas outlet sebesar musola

Mungkin dari temen-temen ada yang pernah ngerasain kejadian kayak gini, ngerasa atau enggak seenggaknya kita udah ngegeser posisi prioritas wajib yang jelas-jelas panggilan untuk ibadah sama hal-hal mubah dunia, fiuh kita nih manusia ga diciptain kecuali untuk ibadah kepada Sang Khalik

Ad-Dzariyat 56
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ 
 
“ dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Mungkin karena iman deviasi nya masih terlalu tinggi, up and down terlalu jauh. Seketika getol banget ibadah seketika pula ngulur-ngulur juga buat ngerjainnya, wajar namanya juga manusia, tapi ga wajar kalo kita ngulang-ngulang hal yang sama dan kita tahu kalo kita itu salah. 

Fiuh … selama kuota umur masih ada, masa kita ga nambah lebih baek tiap harinya….. Innamal a’malu binniyat (segala sesuatu itu tergantung pada niatnya) nah, sekarang niatnya mau berubah ga? Jadi The Amazing Moslem :D


Read More - The Amazing Moslem

4 Juni 2012

Bahagia




Satu minggu kemarin adalah minggu yang cukup menguras daya pikir otak ama daya genjot otot …, mulai dari ngerawat ibu omira, bidding OCP P5, SPM, Moderator Kita vs Korupsi, hingga menyiapkan rekruitmen kepanitiaan P5 untuk seminggu kedepan dll …

Terkadang saya iri dengan mereka yang banyak menuai prestasi, menggapai atmosfer lain diluar negeri tanah air ini, menggapai mimpi-mimpi yang prematur dicapai, banyak memberikan inspirasi pada orang di sekelilingnya. Mereka orang hebat yang setia pada passion mereka.

Namun, bagi saya seseorang sangat berhak menentukan dirinya ingin dikenal bagaimana, mengikuti lentera hatinya, melakukan segala sesuatu dengan happy, hingga apapun yang dijalaninya terasa sebagai anugerah dalam merajut serpihan-serpihak kecil dalam hidup ini. Pilihan hidup tidak selalu semua orang setuju, namun kita tahu betul bagaimana cara mensyukuri keunikan kita masing-masing mengoptimalkan potensi dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain.

Sayangnya saya bukan termasuk orang yang dapat banyak menuliskan banyak point di CV “achievement” karena memang saya bukan orang yang berprestasi. Dulu di gontor pun, sebenernya banyak sekali perlombaan kecil-kecilan yang saya ikuti dan menangkan, tapi saya lupa karena terlalu banyaknya kegiatan di sana. Mengenai prestasi akademik? Saya tidak terlalu pintar juga tidak terlalu tidak pintar, loh? Ya di sana kelas saya konsisten berada di papan atas dengan nilai yang lumayan memuaskan, tidak terlalu tinggi tapi “konsisten” deviasinya tidak terlalu tinggi.

Hingga kini saya di kampus ini, lulus melalui perjuangan, berjuang di luar kebiasaan anak pondok yang sudi untuk belajar pelajaran SMA melalui bimbel, beserta kurikulumnya yang awam diketahui baru-baru saja, atau keluar Indonesia menimba ilmu agama di tanah para fir’aun atau kota suci mekah dan madinah dan Negara Timur lainnya. Setelah saya pikir saya adalah minoritas dari mereka yang kebanyakan.

Setidaknya saya banyak melakukan hal dengan konsisten dan bahagia, kecil-kecil tapi jadi, sebisa mungkin untuk bermanfaat bagi orang lain hingga definisi sukses itu tertulis pada kalimat-kalimat ini

Kata orang hidup itu perjalanan

Perjalanan singkat kalo kita hanya menyandarkan kepala ke jendela

Tertidur … dan ketika kita terbangun, perjalanan telah berakhir

Tapi hidup itu perjalanan panjang,

 jika kita memutuskan untuk menikmati serpihan hidup yang tercecer sepanjang jalan

Suka, duka, tawa tangis, jatuh cinta, kehilangan, kematian, kehilangan,

Dan setiap kenangan yang bersinggungan dengan orang lain

Setiap warna yang kita bubuhkan untuk membuat pelangi pada perjalanan kita masing-masing

Bagi saya sendiri keindahan hidup yang menakjubkan, tak lengkap tanpa orang lain

Terlalu banyak untuk dinikmati sendiri ….

Seperti segelas kopi tanpa gula, atau malam tanpa rembulan,

perjalanan ini tak lengkap tanpa bisa berbagi ……..

Ribuan mimpi, cita-cita, tanda tanya dan rasa syukur, hanya itu yang membekali dalam perjalanan ini

Menikmati kejutan yang dibawa oleh takdir, sambil terus memeluk mimpi diantara bintang-bintang

Sebelum akhirnya kita dikejutkan oleh kereta kehidupan yang terhenti

Dan perjalanan …….  usai


Seorang guru menjawab pertanyaan muridnya
Apa rahasia menjadi orang paling bahagia di dunia?
Sang guru menjawab, bukan sebuah rahasia namun banyak orang sudah lupa ..
Bahwa untuk menjadi BAHAGIA, kita hanya butuh MENIKMATI dan BERBAGI
Ya.. semudah itu …




Read More - Bahagia

3 Juni 2012

Autocoleration (2)


CARA MENGHILANGKAN AUTOKOL


·          1. First different

 

·        nilai d statistik menjadi 1,53 atau lebih besar dari sebelumnya, angka tersebut masuk ke daerah inconclusive, artinya masih belum dapat ambil keputusan. sehingga masih perlu dilakukan pengujian lebih lanjut lagi.

2. Cochrane-Orcutt

nilai durbin watson adalah 1,65 dan masuk ke daerah do not reject ho, artinya sudah tidak ada masalah utokol.
Read More - Autocoleration (2)