Seperti biasa ada saja acara di Yayasan Nur Ummat Bandung, sebuah yayasan sosial pendidikan, disatu sisi membukan kejar paket B dan C di sisi lain membina 150 lebih anak anak tak mampu, dhuafa dan yatim piatu di daerah Binong Jati.
Pernah ada seorang saudagar yang mengidap kanker stadium parah dan hendak menjalani operasi waktu itu, namun dia memberikan anak-anak asuhan yayasan makanan, berkat ridho Allah saudagar tersebut sembuh dan hampir tidak ada bekasnya.
Ada juga seorang bisnisman yang bisnisnya carut marut mengajak anak-anak yayasan makan dan berdoa buat dirinya, bisnisnya berkembang pesat hingga sekarang jadi donator, sering sekali nyumbang apapun ke yayasan.
Ada yang mau nyari jodoh, tapi ga usah ditulis lah yah, udah tahu endingnya, sama, sukses juga :D
Terkadang mungkin Allah menahan rizki dan surganya kita kini di dunia karena seret berbagi dengan mereka yang membutuhkan, mereka yang padahal lebih banyak doanya mungkin, lebih sering ngajinya, lebih sering sabar dan tawakal karena mereka tak ada sesuatu yang pantas disombongkan, tapi sekembalinya mereka memohon selalu kembali kepada Sang-Kholiq Ar-Roziq.
Rasulullah SAW memberi resep untuk itu. Kata beliau, ”Bila engkau ingin agar hati menjadi lembut dan damai dan Anda mencapai keinginanmu, sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan seperti yang engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang serta lembut dan keinginanmu akan tercapai. (HR Thabrani).
Luar biasanya keindahan berbagi dalam Islam memandang bahwa kita jadi penyalur rizki Allah dan jadi rizki delivery nya mereka yang membutuhkan, dan kita akan dicukupkan apa yang kita hendak capai.
Mungkin isi kantong ini berlebihan tapi ngotot apa yang diinginkan harus tercapai. Jadi, mari tersenyum dan berdoalah bersama mereka, mungkin itu jalan tol lajur cepatnya doa kita diijabah. Mari berbagi
0 komentar:
Posting Komentar