Landasan gagasan
Saya mulai dengan fenomena yang
dirasakan sendiri ketika sholat di masjid. Tempat ibadah yang lumayan luas dan
lapang itu tak sesuai dengan jumlah orang yang hadir untuk melaksanakan ibadah.
Ironisnya, lebih banyak orang tua atau lebih tepatnya kakek-kakek. Nah lalu
kemana para pemudanya? Anak-anak pun jumlahnya tak begitu banyak. Apakah mereka
terlalu sibuk dengan urusannya? Mudah-mudahan tidak
Saya tidak berharap banyak pada
bapak-bapak orang tua yang sudah udzur untuk meramaikan masjid, yang mudah kita
jumpai mayoritasnya lebih banyak khususnya pada saat jamaah subuh, mungkin
mereka sudah sadar, sudah ngerti kalau tiap detik hidupnya harus diniatkan
ibadah. Wajar
Pemuda, dapat dikatakan
berdasarkan lokasi dan tempat yang strategis proporsi jamaah untuk golongan
usia muda cukup banyak. Namun, di masjid sekitar kampus proposinya masih kurang
dibandingkan orang tua, mungkin mereka sibuk dengan kegiatan-kegiatan positif
mereka, apapun itu.
Anak-anak? Ini, yang bisa kita
harapkan sebagai individu penerus yang cinta ibadah. Mereka tidak terlalu
sibuk, senang bermain, peniru ulung, dan siap diisi dengan habits yang baik. Lilin
harapan ini perlu dinyalakan kembali oleh mereka :D
Konsep
Mengumpulkan peralatan sholat bisa
berupa (sarung, mukena kecil atau sajadah)
Mungkin terdengar instan dan
insentif bagi mereka untuk beribadah, tapi sekali lagi anak-anak hanya butuh
tempat untuk mereka berkumpul dan senang, bermain bersama teman-temannya dimana
pun itu. Maka kita jadikan masjid sebagai tempat mereka berkumpul, sholat,
ngaji bersama-sama.
Namun, banyak dari mereka pake celana kotor,
celana pendek dll, mengapa tidak kita sisihkan kelebihan sarung, mukena atau
sajadah yang kita punya untuk mereka?
Acaranya dimulai dari mengundang
anak-anak sekitar masjid beserta orang tuanya untuk berkumpul di salah satu
masjid yang paling besar, memberikan tausiyah menyenangkan bagi mereka, dan
membagikan alat-alat sholat tersebut kepada anak-anak mereka. Kita sampaikan
kepada orang tuanya, agar mengajarkan anak-anaknya bersyukur dan menggunakan
titipan berupa donatur yang berupa peralatan sholat tersebut dengan sholat
berjamaah di masjid khususnya pada saat sholat maghrib. Masalah setelah sholat
mau ngaji atau cerita atau ngapain kita serahkan pada DKM masing-masing.
Object idea
(Kita memerlukan kurang lebih 100
– 200 (sarung, mukena, sajadah) sebagai langkah awal)
(Kita membutuhkan individu yang
dapat meluangkan sehari saja dalam seminggunya untuk berbagi bersama anak-anak
selama satu jam saja dimulai dari setelah maghrib)
Jika ada yang mempertanyakan konsistensi?
Ini gagasan awal, kita coba dulu, tidak apa langkah kecil ini dianggap sebagai
koin-koin kecil yang banyak. Bayangkan jika ada 50 mesjid yang diramaikan oleh
anak-anak kecil di Bandung ini, menghiasi tempat dengan lantunan irama
ayat-ayat suci dengan terbata-bata namun syahdu, Bandung ini bisa jadi langkah
awal Indonesia Mengaji
Saya posting disini karena saya
yakin, saya punya teman-teman yang peduli pada lingkungan, punya jiwa social dan
bisa diajak untuk melakukan sesuatu. Beberapa orang dari teman-teman espatriat
sudah bersedia menjadi donatur terima kasih buat mereka, tunggu saya tagih
donasinya :D buat temen-temen di kampus sudah memulainya, kamu?
Thanks, @tontonaulia

0 komentar:
Posting Komentar