25 April 2012

Sarung Bandung






Saya punya gagasan yang mau di-share ama temen-temen 

Landasan gagasan

Saya mulai dengan fenomena yang dirasakan sendiri ketika sholat di masjid. Tempat ibadah yang lumayan luas dan lapang itu tak sesuai dengan jumlah orang yang hadir untuk melaksanakan ibadah. Ironisnya, lebih banyak orang tua atau lebih tepatnya kakek-kakek. Nah lalu kemana para pemudanya? Anak-anak pun jumlahnya tak begitu banyak. Apakah mereka terlalu sibuk dengan urusannya? Mudah-mudahan tidak

Saya tidak berharap banyak pada bapak-bapak orang tua yang sudah udzur untuk meramaikan masjid, yang mudah kita jumpai mayoritasnya lebih banyak khususnya pada saat jamaah subuh, mungkin mereka sudah sadar, sudah ngerti kalau tiap detik hidupnya harus diniatkan ibadah. Wajar

Pemuda, dapat dikatakan berdasarkan lokasi dan tempat yang strategis proporsi jamaah untuk golongan usia muda cukup banyak. Namun, di masjid sekitar kampus proposinya masih kurang dibandingkan orang tua, mungkin mereka sibuk dengan kegiatan-kegiatan positif mereka, apapun itu.

Anak-anak? Ini, yang bisa kita harapkan sebagai individu penerus yang cinta ibadah. Mereka tidak terlalu sibuk, senang bermain, peniru ulung, dan siap diisi dengan habits yang baik. Lilin harapan ini perlu dinyalakan kembali oleh mereka :D

Konsep

Mengumpulkan peralatan sholat bisa berupa (sarung, mukena kecil atau sajadah)

Mungkin terdengar instan dan insentif bagi mereka untuk beribadah, tapi sekali lagi anak-anak hanya butuh tempat untuk mereka berkumpul dan senang, bermain bersama teman-temannya dimana pun itu. Maka kita jadikan masjid sebagai tempat mereka berkumpul, sholat, ngaji bersama-sama.

 Namun, banyak dari mereka pake celana kotor, celana pendek dll, mengapa tidak kita sisihkan kelebihan sarung, mukena atau sajadah yang kita punya untuk mereka?

Acaranya dimulai dari mengundang anak-anak sekitar masjid beserta orang tuanya untuk berkumpul di salah satu masjid yang paling besar, memberikan tausiyah menyenangkan bagi mereka, dan membagikan alat-alat sholat tersebut kepada anak-anak mereka. Kita sampaikan kepada orang tuanya, agar mengajarkan anak-anaknya bersyukur dan menggunakan titipan berupa donatur yang berupa peralatan sholat tersebut dengan sholat berjamaah di masjid khususnya pada saat sholat maghrib. Masalah setelah sholat mau ngaji atau cerita atau ngapain kita serahkan pada DKM masing-masing.

Object idea

(Kita memerlukan kurang lebih 100 – 200 (sarung, mukena, sajadah) sebagai langkah awal)

(Kita membutuhkan individu yang dapat meluangkan sehari saja dalam seminggunya untuk berbagi bersama anak-anak selama satu jam saja dimulai dari setelah maghrib)

Jika ada yang mempertanyakan konsistensi? Ini gagasan awal, kita coba dulu, tidak apa langkah kecil ini dianggap sebagai koin-koin kecil yang banyak. Bayangkan jika ada 50 mesjid yang diramaikan oleh anak-anak kecil di Bandung ini, menghiasi tempat dengan lantunan irama ayat-ayat suci dengan terbata-bata namun syahdu, Bandung ini bisa jadi langkah awal Indonesia Mengaji

Saya posting disini karena saya yakin, saya punya teman-teman yang peduli pada lingkungan, punya jiwa social dan bisa diajak untuk melakukan sesuatu. Beberapa orang dari teman-teman espatriat sudah bersedia menjadi donatur terima kasih buat mereka, tunggu saya tagih donasinya :D buat temen-temen di kampus sudah memulainya, kamu?

Thanks, @tontonaulia

0 komentar:

Posting Komentar