Jum’at ini seperti biasa, seisi rumah bebersih untuk pengajian rutinan di rumah. Mulai dari menyapu, mengepel menata karpet dan mengelap kaca-kaca dan lemari agar terlihat kinclong. Dapur pun berisik mengumbar aroma sedap memanjakan hidung. Pengajian jumat biasanya dimulai dengan sholat dhuha, ceramah singkat, membaca yasin dan doa-doa, ditutup dengan santapan hidangan yang sudah tersedia di meja makan. Sesederhana itu acara rutin mingguan di rumah, namun amat bermakna.
Jum’at pagi adalah jumat syahdu, rumahku selalu diselingi dengan lantunan ayat suci AL-Qur’an, dzikir-dzikir dan doa yang terucap dari para masyarakat yang bersilaturrahim datang kesini. Mungkin rumah ini tidak terlalu besar ukurannya, tapi bagi keluarga ini adalah rumah perjuangan. Rumah yang terpancar dari dalamnya rahmat dan berkah tempat singgahnya siapa saja yang punya hajat silaturrahim dan berbagi. Rumah yang dahulu reot kemudian dibangun kembali dengan semangat menebar manfaat.
Desainnya pun selalu begitu, lantai satu diluaskan space nya, karena memang diset untuk acara kumpul-kumpul dan silaturrahim, sedangkan kamar numpuk semua di lantai atas. Penghuni atas tinggal “ngamini “ apa yang sedang orang-orang lantunkan dan menerima eksternalitas amat positif tentunya.
Sederhana bukan berarti apa adanya, namun seperlunya dan tidak muluk-muluk, meluaskan arti kata syukur dan mengoptimalkan apa yang kita punya dan amanahkan Tuhan pada kita untuk berbagi pada sesama. Karena Allah tidaklah menciptakan sesuatu makhluk pun di dunia ini tanpa hikmah dan tujuan. Sesederhana itu :D
0 komentar:
Posting Komentar